Category: Sutta Published: Friday, 29 December 2017

Kundalivimana - Istana Pemakai Anting (Vv VI.8)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, sepasang murid utama Beliau dengan para pengikutnya sedang mengadakan perjalanan di antara suku Kasi dan di senja hari mereka tiba di suatu vihara. Seorang umat awam datang dan membasuh serta meminyaki kaki mereka. Dia mengundang para Bhikkhu itu untuk hari berikutnya, dan kemudian memberikan dana yang besar. Setelah berterima kasih kepadanya, para Thera itu pun melanjutkan perjalanannya. Setelah meninggal, dia terlahir lagi di alam Tiga Puluh Tiga dewa dengan Istana emas duabelas yojana. Y.M. Maha Moggallana bertanya kepadanya :

  1. "Berhias, mengenakan rangkaian bunga, berpakaian indah, dengan anting yang gemerlapan, rambut dan jenggot yang rapi, dengan berbagai gelang yang bersinar bagaikan rembulan di Istana surgawi."

  2. "Sementara kecapi-kecapi surgawi melantunkan melodi, dan delapan kali delapan putri-dewa, yang terlatih dan cantik, penghuni-penghuni agung dari alam Tiga Puluh Tiga dewa, manari, menyanyi, bersenang-senang."

  3. "Engkau, yang telah mencapai kekuatan kesaktian para dewa, sungguh memiliki keagungan yang besar. Tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  4. "Dewa-muda itu, karena gembira tindakan apa yang telah menghasilkan buah itu."

  5. "Ketika saya terlahir sebagai manusia di antara manusia, saya melihat petapa-petapa luhur yang Memiliki pengetahuan dan perilaku benar, terkenal, terpelajar, yang telah sampai pada penghancuran keserakahan."

  6. "Kepada mereka dengan pikiran penuh keyakinan dan dengan penuh hormat saya memberikan makanan dan minuman, pemberian yang melimpah."

  7. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 106