Category: Sutta Published: Friday, 29 December 2017

Uttaravimana - Istana Uttara (Vv VI.10)

 

 

Setelah Yang Terberkahi mencapai Nibbana akhir dan Konsili diadakan, Y.M. Kumara Kassapa pergi ke kota Setavya dengan banyak Bhikkhu dan tinggal di Hutan Simsapa. Pada waktu itu, seorang penguasa bernama Payasi mendengar hal ini dan dia pun mengunjungi dan menyambut beliau. Kemudian, dalam diskusi mengenai pandangan-pandangannya, Thera itu menyadarkannya tentang realitas kehidupan di luar dunia ini, sebagaimana diceritakan di Payasi Sutta. Sebelum pergi, Payasi memberikan dana-dana amal, tetapi dia mempersembahkan dana dan pakaian buruk yang bisa dikatakan tidak memadai, karena dia belum terbiasa dengan hal itu (sebelumnya). Karena itu, setelah meninggal dia muncul di kelompok dewa rendah dengan Empat Raja Besar. Sebaliknya, seorang pemuda brahmana bernama Uttara yang membantu Payasi dalam berbagai aktivitasnya telah berdana dengan dermawan dan penuh hormat. Dia muncul di dalam kelompok Tiga Puluh Tiga dewa dengan Istana dua belas yojana. Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, Uttara muncul dengan Istananya di hadapan Kumara Kassapa Thera dan menghormat beliau. Kumara Kassapa Thera bertanya kepadanya :

  1. "Bahkan seperti Ruangan Sudhamma dari raja-dewa, di mana berdiam dan berkumpul banyak dewa, demikian pula Istanamu berdiri di tengah-udara, bersinar."

  2. "Engkau, yang telah mencapai kemampuan kesaktian para dewa, sungguh memiliki keagungan yang besar. Tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  3. "Dewa-muda itu, karena gembira, tindakan apa yang telah menghasilkan buah itu."

  4. "Ketika saya terlahir sebagai manusia di antara manusia, saya adalah seorang brahmana muda di bawah Raja Payasi. Saya berbagi kekayaan yang saya peroleh, karena mereka yang luhur itu sungguh berharga bagiku."

  5. "Dengan pikiran penuh keyakinan dan dengan penuh hormat, saya memberikan makanan dan minuman, pemberian yang melimpah."

  6. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 132