Category: Sutta Published: Tuesday, 02 January 2018

Anekavannavimana - Istana Berbagai Warna (Vv VII.8)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savathi, di Hutan Jeta. Y.M. Maha Moggallana sedang mengunjungi alam Tiga Puluh Tiga dewa dan menerima penghormatan dari dewa-muda yang memiliki aneka warna. Dewa itu menghampiri beliau dan berdiri dengan tangan tertangkup yang dijulurkan keluar. Sang Thera pun bertanya :

  1. "Naik ke Istana beraneka warna, kesedihan dan kelelahan lengyap, dengan beraneka keelokan, dikelilingi sekelompok peri, engkau, bagaikan tuan ciptaan, Sunimmita, bersukacita."

  2. "Engkau tidak memiliki teman sebaya, di mana ada yang lebih baik dalam ketenaran, tindakan jasa dan kekuatan kesaktian? Semua tuan rumah surgawi di alam Tiga Puluh Tiga dewa terlihat memberi hormat kepadamu bahkan ketika para dewa (di antara manusia memberi hormat) kepada rembulan."

  3. "Dan peri-perimu ini, di setiap sisi, menari dan menyanyi, bersenang-senang. Engkau, yang mencapai kekuatan kesaktian para dewa, memiliki keagungan yang besar."

  4. "Tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan keika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  5. "Dewa-muda itu, karena gembira mengenai tindakan apa yang menghasilkan buah ini."

  6. "Saya, Bhante yang terhormat, dahulu adalah siswa Sang Penakluk bernama Sumedha. Dahulu saya adalah makhluk duniawi yang tidak mencapai Pencerahan, orang yang telah meninggalkan keduniawian selama tujuh tahun."

  7. "Ketika Sang Penakluk Sumedha, Sang Guru, yang mantap, yang telah menyeberangi banjir, akhirnya mangkat, saya kemudian memberi hormat di stupa permatanya yang ditutupi jaring keemasan, dan hal itu membawa kedamaian pikiran."

  8. "Tak ada satu pun milikku yang saya berikan karena saya tidak memiliki apa pun untuk diberikan. Tetapi saya mengajak orang-orang lain di sana : ‘Berilah penghormatan kepada relik Sang Penakluk yang pantas diberi penghormatan; demikian dikatakan, engkau dari sini akan pergi ke surga.’"

  9. "Demikianlah tindakan bajik yang dilakukan olehku; dan karenanya saya menikmati kesenangan surgawi. Saya bersukacita di antara kelompok alam Tiga-Puluh-Tiga dewa karena habisnya tindakan jasa itu belum tiba."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 130