Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Pilinda-Vaccha

 

 

Sebelum Sang Bhagava menjadi seorang Buddha, terlahir di Savatthi sebagai anak dari seorang brahmana. Mereka menamainya Pilinda. Vacca adalah nama keluarganya. Ia menjadi seorang pertapa. dan memiliki kualitas yang mempesona yang disebut Gandhara Kecil sehingga ia memperoleh kemasyhuran yang amat sangat. Tetapi setelah Sang Bhagava menjadi Buddha, kualitas itu berhenti. Setelah mengerti, ia menyimpulkan bahwa Gandhaka yang besar mengalahkan yang kecil, menyimpulkan bahwa petapa Gotama mengerti, Gandhaka yang lebih besar dan ia menantikan dengan harapan yang akan diperolehnya. Ia berharap jika ada garansi baginya untuk memperoleh kesempatan. San Bhagava menjawab. "Anda harus melepaskan keduniawian." Membayangkan bahwa dengan cara itu adalah merupakan persiapan pesona, maka ia melepaskan keduniawiaan (mengikuti Pabbajja). Sang Bhagava mengajarkan Dhamma dan memberikan petunjuk latihan meditasi kepadanya. Sehingga dengan kondisinya telah masak, maka ia mencapai tingkat kesucian Arahat.

 

Pada saat itu, sebagian konsekuensi dari petunjuknya Pilinda dalam kelahiran yang sebelumnya, seseorang yang telah pergi ke surga menjadi dewa, menantikannya pagi dan sore sebagai rasa terima kasihnya. Sebab itu Bhikkhu Pilinda terkenal dan disayangi oleh para dewa. Bhikkhu Pilinda adalah yang utama diantara para bhikkhu yang ditabhis oleh Sang Bhagava.

 

Dan pada suatu hari, Bhikkhu Pilinda duduk diantara para Bhikkhu, dan merenungkan keberhasilannya. Ia menyatakan kepada mereka bagaimana kualitas yang mempesona itu membuat ia bisa bertemu dengan San Bhagava, dengan mengucapkan gatha ini :

"O, sambutlah ini yang datang, dan jangan yang datang dengan cara keliru.
O, dengan cara yang baik nasehat telah diberikan kepadaku.
Diantara ajaran-ajaran pada pemikir yang sungguh-sungguh dapat diperdebatkan di antara manusia.
Dari semua itu yang pasti adalah yang terbaik yang telah kucari dan kutemukan."

 

 

Hits: 97