Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Vira

 

 

Terlahir di Savatthi pada jaman Sang Buddha Gotama, dalam keluarga seorang menteri yang melayani Raja Pasenadi, ia bernama Vira. Dan ketika, sesuai dengan namanya, ia telah memperoleh kepandaitan atletik, dan ia menjadi seorang pejuang. Kemudian ia menikah atas persetujuan orang tuannya, dan ia pun dikaruniai seorang anak.

 

Karena itu, setelah ia melihat masalah yang ada terus-menerus dalam kehidupan, ia meninggalkan keduniawian yang penuh dengan penderitaan yang mendalam. Ia berusaha keras dan tidak beberapa lama kemudian mencapai enam tingkat kekuatan batin (abhinna). Kini ketika, sebagai Arahat, ia hidup dengan penuh berkah kebahagiaan, mantan isterinya berusaha untuk membujukanya kembali dengan berbagai macam cara. Tetapi Bhikkhu Vira berkata: "Wanita ini yang berusaha untuk menggoda saya, adalah seperti seseorang yang berkeinginan untuk menggoncangkan Gunung Sineru dengan sayap dari seekor angsa."

 

Dan ia menunjukkan betapa sia-sia usaha mantan isterinya tersebut dengan gathanya :

"Sekali sukar untuk menjinakkan, dengan menjinakkan maka akan menjadi jinak.
Vira telah terbebas dari keraguan, ia puas dan tenang.
Viara adalah pemenang, ia telah bebas dari rasa takut yang hebat.
Tujuannya adalah tertinggi, dan kokoh kuat."

 

Setelah mendengarkan perkataan Bhikkhu Vira, wanita itu perasaannya terpengaruh dengan kuat, dan ia berpikir: "Suamiku telah terbebas. Apakah keuntungan dari kehidupan di dunia ini saja bagi saya?" Selanjutnya, wanita itu memasuki Saegha Bhikkhuni, dan tidak beberapa lama kemudian ia mencapai tiga tingkat abhinna.

 

 

Hits: 114