Category: Sutta Published: Thursday, 04 January 2018

Nangalisa Jataka (J 123)

 

 

“Untuk Penerapan Umum”

 

Kisah ini diceritakan oleh Guru Agung kita ketika berada di Jetavana, mengenai saudara Laludayi yang memiliki kebiasana selalu mengucapkan hal-hal yang salah. Ia tidak pernah mengetahui waktu yang tepat untuk menyampaikan ajaran. Misalnya, pada saat perayaan, ia menyampaikan hal-hal yang sedih, “Tanpa daya mereka mengintai, di tempat-tempat persimpangan jalan.” Pada saat acara pemakaman, ia akan kegirangan “Kebahagiaan mengisi hati para dewa dan manusia,” atau “Oh, semoga engkau melihat (447) ratusan, bahkan ribuan hari-hari yang indah!”

Read more: Nangalisa Jataka (J 123)

Category: Sutta Published: Thursday, 04 January 2018

Vanarinda Jataka (J 57)

 

 

"Siapa saja, O raja monyet." - Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru, ketika berdiam di Veluvana, mengenai usaha Devadatta untuk membunuh Beliau. Ketika mendapatkan informasi mengenai tujuan pembunuhan yang dilakukan oleh Devadatta, Sang Guru berkata, "Kejadian ini bukanlah yang pertama kali, para Bhikkhu, Devadattha berusaha mencari kesempatan untuk membunuh saya; dia juga telah melakukan hal yang sama pada masa yang lampau, tetapi keinginannya yang jahat selalu gagal. Dan setelah berkata demikian, Beliau menceritakan kisah di masa yang lampau ini.

Read more: Vanarinda Jataka (J 57)

Category: Sutta Published: Thursday, 04 January 2018

Aramadusaka Jataka (J 46)

 

 

Kisah ini diceritakan oleh Guru Agung disebuah pondok di Kosala mengenai seseorang yagn merusak lingkungan. Dikisahkan, dalam perjalanan mengumpulkan dana makanan di Kosala, Guru Agung mengujungi sebuah pondok. Tuan rumah pondok tersebut mengundang Sang Buddha untuk makan siang di tempatnya, dan menawarkan tamunya duduk di kebun, di mana Ia menunjukkan ketulusan hatinya bagaikan keluarga degnan menjunjung tinggi Beliau, dan dengan penuh rasa hormat mempersilakan mereka mengelilingi kebunnya.

Read more: Aramadusaka Jataka (J 46)

Category: Sutta Published: Thursday, 04 January 2018

Katthahari Jataka (J 7)

 

 

"Aku adalah Putramu"

Kisah ini diceritakan oleh Sang Bhagava ktika berada di Jetavana berkenaan dengan kisah mengenai Vasabha Khattiya, yang terdapat di buku keduabelas dalam Bhaddasala Jataka.

 

Menurut sebuah tradisi dikisahkan bahwa dia adalah putri dari Mahanama Sakka dengan seorang pelacur bernama Nagamuda, yang kemudian menjadi istri dari raja Kosala. Dia memiliki seorang putra dengan Sang Raja, namun ketika raja mengetahui asal-usulnya sebagai keturunan seorang pelacur, raja menurunkan statusnya dari posisi seorang permaisuri, juga status putranya Vadudhaba. Sejak itu, ibu dan anak tersebut tidak pernah keluar dari istana.

Read more: Katthahari Jataka (J 7)

Category: Sutta Published: Thursday, 04 January 2018

Serivanija Jataka (J 3)

 

 

Ajaran ini dibabarkan oleh Sang Buddha ketika berdiam di Savatthi, mengenai seorang laki-laki yang gagal dalam melaksanakan kehidupan suci. Kepada seorang laki-laki yang telah diceritakan dalam kisah sebelumnya, Sang Buddha berkata, "Andalah, wahai saudara yang telah memutuskan untuk melaksanakan Dhamma menuju Magga dan Phala (jalan dan hasil), kemudian gagal dalam menjalankannya, sehingga akan menderita dalam waktu yang amat lama, seperti seorang pedagang dari Seri yang kehilangan sebuah mangkok emas seharga seratus ribu keping uang.

Read more: Serivanija Jataka (J 3)

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Yang Lain Mengenai Bhikkhuni Dhira

 

 

Dhira, bhikkuni pemberani yang memiliki sikap gagah berani.
Indera anda berada dalam latihan pemeliharaan yagn agung.
Laksanakan terus hinga akhir dari badan jasmani yang lahir ini.
Anda telah menaklukan Sang Mara dan para pengikutnya.

Read more: Yang Lain Mengenai Bhikkhuni Dhira

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Yang Lain Mengenai Bhikkhuni Tisa

 

 

Tisa! Hentikanlah hati anda yang mulia dari belenggu.
Latihlah pada kesempatan yang muncul!
Jangan biarkan berlalu!
Karena mereka yang berduka dalam penderiotaan akan melenyapkannya saat itu.

Read more: Yang Lain Mengenai Bhikkhuni Tisa

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Bhikkhuni Mitta

 

 

Mitta, engkau Bhikkhuni yang bersahabat!
Cinta kasihamu meyakinkan dalam pikiran dan perbuatan.
Para sahabat yang layak dalam cinta kasihmu.
Oleh karena itu, latihlah dirimu.
Dengan menempuh jalan yang baik untuk mendapatkan keselamatan, perdamaian yang pasti.

Read more: Bhikkhuni Mitta

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Bhikkhuni Bhadra

 

 

Bhadra, yang telah menjadi anggota Sangha menjadi yakin akan kebahagiaan yang pasti, O’ beruntung!
Bahwa hati memiliki arah, mengembangkan seluruh kebajikan.
Untuk mencapai perlindungan yang paling mantap.

Read more: Bhikkhuni Bhadra

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

YA Bhalliya (Thag I.7)

 

 

Bersama-sama dengan Bhikkhu Tapussa Thera, Bhaliya lahir pada masa Sammasambuddha, di kota Pokkharavati, sebagai putera seorang kusir kailah. Mereka memimpin kereta kafilah ke lapangan ruput di tengah hutan yang sejuk dan juga memeriksa tempat-tempat yang tidak baik untuk dilewati. Pada saat itu sesosok dewa pohon, yang merupakan salah satu dari sanak keluarganya menampakkan dirinya, dan berkata: "TUan-tuan, Sang Bhagava telah mencapai penerangan sempurna, dan selama tujuh minggu beliau berpuasa dalam pembebasan yang membahagiakan. Beliau duduk di akar Raja Pohon Keberuntungan. Layangilah Beliau dengan makanan. Pelayanan ini akan membawa kebajikan dan kebahagiaan pada diri kalian di masa yang akan datang." Dengan kegembiraan yang meluap-luap, tidak beberapa lama kemudian mereka menyiapkan makanan, juga kue-kue nasi dan madu. Mereka meninggalkan jalan raya, menghadap dan melayani Sang Bhagava.

Read more: YA Bhalliya (Thag I.7)

Category: Sutta Published: Wednesday, 03 January 2018

Vira

 

 

Terlahir di Savatthi pada jaman Sang Buddha Gotama, dalam keluarga seorang menteri yang melayani Raja Pasenadi, ia bernama Vira. Dan ketika, sesuai dengan namanya, ia telah memperoleh kepandaitan atletik, dan ia menjadi seorang pejuang. Kemudian ia menikah atas persetujuan orang tuannya, dan ia pun dikaruniai seorang anak.

Read more: Vira