Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Pasura Sutta (Sn IV.8)

 

 

Banyak orang mengatakan bahwa kemurnian hanyalah milik mereka saja. Mereka tidak mengatakan bahwa ada pula kemurnian di dalam ajaran-ajaran lain. Mereka menyatakan bahwa ajaran yang mereka tekuni adalah yang paling hebat, sehingga secara terpisah mereka mengukuhi beraneka ragam kebenaran.

 

Mereka yang ikut berbantahan, setelah iktu bergabung mulai berselisih dan saling menyebut ‘manusia tolol’, Karena tergantung pada guru tertentu, mereka mencari pujian, dan menyebut diri mereka ‘pakar’.

Read more: Pasura Sutta (Sn IV.8)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Tissametteyya Sutta (Sn IV.7)

 

 

Tissametteyya :

O, Guru yang agung, beritahukanlah apa salahnya manusia terbiasa melakukan hubungan seksual. Dengan mempelajari peringatan Guru, kami akan melatih diri dalam kesendirian.

Read more: Tissametteyya Sutta (Sn IV.7)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Kokalika Sutta (1) (Sn III.10)

 

 

Suatu ketika Sang Buddha berdiam di Vihara Jetavana di Savatthi. Seorang bhikkhu bernama Kokalika menghampiri Beliau dan berkata :

"Bhante, Sariputta dan Moggallana penuh dengan nafsu-nafsu yang tidak bermanfaat. Mereka telah dikuasai oleh anfsu-nafsu yang tidak bermanfaat."

 

Sang Buddha menjawab :

"Kokalika, janganlah engkau berkata demikian@ Mengenai mereka, harus ada keyakinan dipikiranmu bahwa Sariputta dan Moggallana berperilaku baik."

Read more: Kokalika Sutta (1) (Sn III.10)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Salla Sutta (1) (Sn III.8)

 

 

Kehidupan didunia ini tidak dapat diramalkan dan tidak menentu. Kehidupan disini ini sulit, pendek, dan dipenuhi penderitaan.

 

Suatu maklhuk, sekali dilahirkan, akan mengalami kematian, dan tidak ada jalan keluar darinya. Ketika usia tua dan penyebab lain tiba, maka kematian pun datang. Demikianlah adanya makhluk hidup.

 

Ketika buah-buahan masak, mereka mungkin akan jatuh di pagi hari. Seperti itu pula halnya suatu makhluk, sekali dilahirkan, bisa mati kapan pun juga.

Read more: Salla Sutta (1) (Sn III.8)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Subhasita Sutta (Sn III.3)

 

 

Demikianlah yang telah saya dengar; suatu ketika Sang Buddha tinggal di hutan Jeta, di dekat Savatthi. Beliau berkata kepada para Bhikkhu :

 

Ucapan yang memiliki empat ciri adalah ucapan yang dsampaikan dengan baik, tidak salah, dan tidak dicela oleh para bijaksana; yaitu ucapan seorang bhikkhu yang berbicara hanya yang bermanfaat dan bukan yang tidak bermanfaat, yang berbicara hanya yang berharga dan bukan yang tidak berharga, yang berbicara hanya yang menyenangkan dan bukan yang tidak menyenangkan, yang berbicara hanya benar dan bukan yang tidak benar. Ucapan yang bercirikan empa faktor ini adalah ucapan benar dan bukan ucapan buruk, tidak salah dan tidak dicela oleh para bijaksana. Demikianlah sabda Sang Penguasa, dan setelah itu, sebagai Guru, Beliau melanjutkan dengan mengatakan ini :

Read more: Subhasita Sutta (Sn III.3)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Maha Manggala Sutta (Sn II.4)

 

 

Demikianlah yang saya dengar :

 

Pada suatu ketika Sang Bhagava menetap di dekat Savatthi, di hutan Jeta di Vihara Anathapindika, ketika malam menjelang pagi, seorang dewa dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh hutan Jeta menghampiri Sang Bhagava. Setelah menghormati Beliau, lalu berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, dewata itu berkata kepada Sang Bhagava dalam syair :

Read more: Maha Manggala Sutta (Sn II.4)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Ratana Sutta (Sn II.1)

 

 

Makhluk apapun juga yang berkumpul di sini,
Baik yang dari dunia, maupun ruang angkasa,
Berbahagialah! Perhatikanlah apa yang disabdakan.

Read more: Ratana Sutta (Sn II.1)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Muni Sutta (Sn I.12)

 

 

Sang Pertapa.

 

Pujian-pujian terhadap kehidupan menyendiri yang penuh dengan pengendalian diri.

 

Rasa takut muncuk karena keintiman. Nafsu indera terlahir dari kehidupan berumah-tangga. Karena itu, keadaan tak-berumah dan tidakmelekeatan dihargai oleh para bijaksana.

Read more: Muni Sutta (Sn I.12)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Vijaya Sutta (Sn I.11)

 

 

Perenungan akan sifat-sifat tubuh manusia yang tidak menarik.

 

Selagi berjalan, berdiri, duduk maupun berbaring, saya pun juga akan mengerutkan atau meregangkan tubuhnya, Demikianlah gerakan tubuh.

 

Tubuh disatukan dengan tulang, dan otot, direkat dengan kulit dan daging, sehingga sifatnya yang sejati tidak dipahami.

Read more: Vijaya Sutta (Sn I.11)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Alavaka Sutta (Sn I.10)

 

 

Makhluk raksasa lain pada mulanya mengancam Sang Buddha, namun kemudian mengajukan pertanyaan, yang semuanya terjawab dengan jelas.

 

Demikian yang telah saya dengar : Suatu ketika Sang Buddha berdiam di tempat kediaman Yakkha Alavaka di dekat kota Alavi. Maka Alavaka datang mendekati Sang Buddha dan berteriak: "Pergilah dari sini, pertapa!" Sang Buddha pun pergi sambil berkata: "Baiklah, sobat." Namun kemudian yakkha itu memerintahkan: "Masuklah, pertapa!" Dengan mengatakan: "Ya, sobat", Sang Buddha pun masuk. Untuk kedua kalinya yakkha itu berteriak lagi kepada Sang Buddha: "Pergilah dari sini, pertapa!" Sang Buddha pun sekali lagi pergi sambil mengatakan: "Baiklah, sobat." Untuk kedua kalinya yakkha itu memerintahkan: "Masuklah, pertapa!" Dengan mengatakan: "Ya, sobat", Sang Buddha pun kembali masuk. Untuk ketiga kalinya, lagi-lagi yakkha itu berteriak "Pergilah dari sini, pertapa!" Dan untuk ketiga kalinya pula Sang Buddha pun pergi sambil berkata: "Baiklah, sobat." Tetapi ketika Alavaka meneriakkan lagi perintahnya, Sang Buddha berkata: "Aku tidak akan mematuhimu. Kini terserah apa yang akan kamu lakukan!" "Kalau demikian, saya akan mengajukan pertanyaan kepadamu. Jika kamu tidak bisa, aku akan mencabik-cabik jantungmu atau mencengkeram kakimu dan meleparmu ke sisi sungai sebelah sana!" "Sobat, baik di dunia apra dewa, mara, Bhrahma, atau manusia, tidak kulihat satu makhluk pun yang dpat melakukan padaku hal seperti yang kamu katakan. Walaupun demikian, sobat, ajukanlah pertanyaanmu."

Read more: Alavaka Sutta (Sn I.10)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Karaniya Metta Sutta (Sn I.8)

 

 

Karaniya Metta Sutta merupakan Sutta yang menggambarkan cinta kasih dan belas kasihan kepada semua makhluk. Sutta ini pertama sekali di ucapkan langsung oleh Sang Buddha kepada lima ratus orang murid-Nya yang di gangguan oleh makhluk yang menyeramkan sewaktu mereka diperintahkan oleh Sang Buddha untuk melatih diri di hutan.

Read more: Karaniya Metta Sutta (Sn I.8)