Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Parabhava Sutta (Sn I.6)

 

 

Demikianlah yang saya dengar :

Pada suatu ketika Sang Bhagava sewaktu berdiam dekat Savatthi,di Jetavana dalam arama persembahan Anathapindika. Ketika menjelang subuh, datanglah menghadapt Sang Buddha seorang dewa yang bercahaya gemerlapan menerangi seluruh taman Jeta, ia berdiri pada salah satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagava sebagai berikut :

"Kami ingin bertanya Yang Mulia Gotama tentang orang yang menghadapi penderitaan. Kami telah datang untuk bertanya kepada Sang Bhagava, apakah sebab terjadinnya penderitaan (apaya mukkha) itu?"

Read more: Parabhava Sutta (Sn I.6)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Khaggavisana Sutta (Sn I.3)

 

 

Meninggalkan kekerasan
terhadap semua makhluk,
membahayakan bahkan tak satupun,
orang mesti tak mengharapkan keturunan,
apalagi seorang kawan.
Mengembara sendirian laksana cula badak.

Read more: Khaggavisana Sutta (Sn I.3)

Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Uraga Sutta (Sn I.1)

 

 

Sang Bhikkhu yang menundukkan amarahnya yang timbul
seperti, dengan reramuan, bisa-ular ketika itu telah menyebar,
menanggalkan pantai dekat & jauh,
seperti seekor ular, kulitnya yang tua jompo.

Read more: Uraga Sutta (Sn I.1)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Dabba Sutta (1) (Ud VIII.9)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Rajagaha, di hutan bambu, di tempat pemberian makan tupai. Pada saat itu Yang Ariya Dabba Mallaputta mendekati Sang Bhagava, bersujud, duduk di satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagava: “Sugata, sekarang adalah waktu bagi Nibbana Akhirku.” “Lakukanlah sekaragn, Dabba, apa yang kamu pikir sudah waktunya untuk dilakukan.”

Read more: Dabba Sutta (1) (Ud VIII.9)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Visakha Sutta (Ud VIII.8)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di taman timur, di rumah induk ibu Migara. Pada saa t itu cucu laki-laki tercinta dari Visakha, ibu Migara, meninggal dunia. Kemudian Visakha, ibu Migara, dengan pakaian dan rambut basah mendekati Sang Bhagava di tengah hari. Sesudah bersujud, ia duduk di satu sisi dan Sang Bhagava berkata kepadanya: “Darimana engkau Visakha, tiba disini dengan pakaian dan rambut basah?”

Read more: Visakha Sutta (Ud VIII.8)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Jalan Kedua Sutta (Ud VIII.7)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang mengadakan perjalanan di sepanjang jalan, di antara orang-orang Kosala berasma bhikkhu nagasamala sebagai pendampingnya. Ketika mereka sedang berjalan, bhikkhu Nagsamala melihat bahwa jalan itu terpecah dan ketika melihat hal itu, berkata kepada Sang Bhagava: “Bhante, itulah jalannya; marilah kita lewat jalan itu.” Lalu Sang Bhagava berkata kepada bhikkhu Nagasamala, “inilah jalannya, Nagasamala; marilah kita lewat sini.”

Read more: Jalan Kedua Sutta (Ud VIII.7)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Cunda Sutta (Ud VIII.5)

 

 

Demikianlah yang saya dengar, pada suatu ketika Sang Bhagava, sementara berjalan berkeliling diantara orang-orang Malla bersama dengan rombongan besar bhikkhu sangha, tiba di Pava. Sang Bhagava berdiam di Pa a di hutan mangga milik Cunda si pandai besi. Pada saat itu Cunda si pandai besi mendengar: “Dikabarkan bahwa Sang Bhagava, sementara berjalan berkeliling di antara orang—orang Malla bersama dengan rombongan besar bhikkhu sangha, telah tiba di Pava dan tinggal di Paa, di hutan mangga saya.” Kemudian Cunda si pandai besi mendekati Sang Bhagava, bersujud, dan duduk disatu sisi dan Sang Bhagava mengajarkan dan membangkitkan, memberi inspirasi dan menggembirakan dia dengan percakapa mengenai Dhamma. Kemudian Cunda si pandai besi, yang diberi pelajaran, dibangkitkan, diberi inspirasi, dan digembirakan oleh percakapan Sang Bhagava: “Bhante, mohon Sang Bhagava setuju bila esok saya menyediakan makan bagi Sang Bhagava bersama dengan bhikkhu sangha.” Sang Bhagava menyetujui dengan berdiam diri. Kemudian ketika melihat bahwa Sang Bhagava telah setuju, Cunda si pandai besi bangkit dari duduknya, bersujud di hadapan Sang Bhagava, dan dengan tetap mengarahkan sisi kanan tubuhnya kepada Sang Bhagava, dia berlalu.

Read more: Cunda Sutta (Ud VIII.5)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Parinibbana Sutta (4) (Ud VIII.4)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Sang Bhagava sedang mengajar, memberi inspirasi, dan menggembirakan para bhikkhu dengan percakapan mengenai Dhamma yang berhubungan dengan Nibbana dan para bhikkhu dengan keyakinan dan penuh perhatian, mengkonsentrasikan seluruh pikiran, sangat berminat mendengarkan Dhamma.

Read more: Parinibbana Sutta (4) (Ud VIII.4)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Parnibbana Sutta (3) (Ud VIII.3)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Sang Bhagava sedang mengajar, memberi inspirasi, dan menggembirakan para bhikkhu dengan percakapan mengenai Dhamma yang berhubungan dengan Nibbana dan para bhikkhu dengan keyakinan dan penuh perhatian, mengkonsentrasikan seluruh pikiran, sangat berminat mendengarkan Dhamma.

Read more: Parnibbana Sutta (3) (Ud VIII.3)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Parinibbana Sutta (2) (Ud VIII.2)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Sang Bhagava sedang mengajar, memberi inspirasi, dan menggembirakan para Bhikkhu dengan percakapan mengenai Dhamma yang berhubungan dengan Nibbana dan para bhikkhu dengan keyakinan dan penuh perhatian, mengkonsentrasikan seluruh pikiran, sangat berminat mendengarkan Dhamma.

Read more: Parinibbana Sutta (2) (Ud VIII.2)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Parinibbana Sutta (1) (Ud VIII.1)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Sang Bhagava sedang mengajar, memberi inspirasi, dan menggembirakan para bhikkhu dengan percakapan mengenai Dhamma yang berhubungan dengan Nibbana dan para bhikkhu dengan keyakinan dan penuh perhatian, mengkonsentrasikan seluruh pikiran, sangat berminat mendengarkan Dhamma.

Read more: Parinibbana Sutta (1) (Ud VIII.1)