Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Udena Sutta (Ud VII.10)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Kosambi di Taman Ghosita. Adapun pada ketika itu itu gedung bagian dalam dari taman kerajaan Raja Udena telah terbakar habis, dan 500 wanita, dikepalai oleh Samavati, telah meninggal dunia.

Read more: Udena Sutta (Ud VII.10)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Udapana Sutta (Ud VII.9)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah mengembara di antara orang-orang Malla, bersama dengan sejumlah besar pasamuan para bhikkhu, dan sampai ke sebuah desa brahmana orang-orang Malla bernama Thuna. Para perumah-tangga brahmana dari Thuna mendengar bahwa "Gotama sang pertapa putra Sakya, berkelana dari kaum Sakya, tengah mengembara di antara suku Malla bersama dengan sejumlah besar pasamuan para bhikkhu, dan telah tiba di Thuna." Maka mereka mengisi sumur sampai ke bibirnya dengan rumput dan sekam, [berpikir] "Jangan biarkan para pertapa berkepala gundul ini mengambil air minum."

Read more: Udapana Sutta (Ud VII.9)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Kaccana Sutta (Ud VII.8)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Yang Ariya Mahakaccana sedang duduk bersila tidak jauh dari Sang Buddha, menahan tubuhnya getak, waspada terhaap sikap tubuh dan mantap di dalam dirinya.

Read more: Kaccana Sutta (Ud VII.8)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Akhir Dari Konseptualisasi Sutta (1) (Ud VII.7)

 

 

Demikianlah yang sana dengar. Pada suatu, ketika Sang Bhagava sedang berada didekat Savatthi, di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Sang Bhagava sedang duduk memeriksa kebebasan-Nya sendiri dari konsep-konsep, yang berkembang melalui Perkembangan Pencerapan.

Read more: Akhir Dari Konseptualisasi Sutta (1) (Ud VII.7)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Tanhakha Sutta (Ud VII.6)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu YM Anna Kondanna tengah duduk tidak jauh dari Sang Bhagava, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, merenungkan pembebasan[-nya] lewat habisnya pengidaman secara menyeluruh. Sang Bhagava melihat bahwa YM Anna Kondanna duduk tidak jauh, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, merenungkan pembebasan lewat habisnya pengidaman secara menyeluruh.

Read more: Tanhakha Sutta (Ud VII.6)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Kamesu Satta Sutta (2) (Ud VII.4)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu, kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian. Mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian. Kemudian di pagi hari Sang Bhagava, setelah mengenakan jubahnya dan membawa mangkuk serta jubah-luarnya, pergi ke Savatthi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Beliau melihat bahwa kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian, bahwa mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian.

Read more: Kamesu Satta Sutta (2) (Ud VII.4)

Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Kamesu Satta Sutta (1) (Ud VII.3)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu, kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian. Mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian. Kemudian di pagi hari, sejumlah besar bhikkhu, setelah mengenakan jubah mereka dan membawa mangkuk serta jubah-luar mereka, pergi ke Savatthi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Setelah pergi mengumpulkan makanan sedekah di Savatthi, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah mereka, mereka pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara mereka tengah duduk di sana, mereka berkata kepada Sang Bhagava: "Kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian. Mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian."

Read more: Kamesu Satta Sutta (1) (Ud VII.3)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Bhaddiya Sutta (2) (Ud VII.2)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Yang Mulia Sariputta dengan beraneka pendekatan tengah menginstruksikan, menasihati, membangkitkan, dan menggembirakan Yang Mulia Bhaddiya si Kerdil dengan perbincangan Dhamma bahkan sampai lebih jauh lagi, karena ia berpikir bahwa Bhaddiya masih saja seorang pelajar.

Read more: Bhaddiya Sutta (2) (Ud VII.2)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Bhaddiya Sutta (1) (Ud VII.1)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Yang Mulia Sariputta dengan beraneka pendekatan tengah menginstruksikan, menasihati, membangkitkan, dan menggembirakan Yang Mulia Bhaddiya si Kerdil dengan perbincangan Dhamma. Sementara Yang Mulia Bhaddiya si Kerdil, dengan beraneka pendekatan, tengah diinstruksikan, dinasihati, dibangkitkan, dan digembirakan oleh Yang Mulia Sariputta dengan perbincangan Dhamma, batinnya terbebas dari noda-noda lewat ketaklekatan.

Read more: Bhaddiya Sutta (1) (Ud VII.1)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Adhipataka Sutta (Ud VI.9)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Sang Bhagava duduk di udara terbuka di kegelapan pekat malam, selagi lampu minyak tengah menyala. Banyak serangga-serangga terbang yang menemui ajal dan kemalangan mereka di lampu-lampu minyak tersebut. Sang Bhagava melihat bahwa serangga-serangga terbang itu menemui ajal dan kemalangan mereka di lampu-lampu minyak tersebut.

Read more: Adhipataka Sutta (Ud VI.9)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Ganika Sutta (Ud VI.8)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Rajagaha di Hutan Bambu, Suaka Tupai. Adapun pada ketika itu dua kelompok di Rajagaha jatuh cinta dengan seorang pelacur tertentu, hati mereka terpikat. Bercekcok, bertengkar, dan berselisih, mereka menyerang satu sama lain dengan tinju, menyerang satu sama lain dengan gumpalan tanah, menyerang satu sama lain dengan tongkat, menyerang satu sama lain dengan pisau, sehingga mereka jatuh mati atau sakit lirmati.

Read more: Ganika Sutta (Ud VI.8)