Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Tittha Sutta (3) (Ud VI.6)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu terdapat banyak pendeta, pertapa, dan pengelana dari beraneka aliran yang hidup di sekitar Savatthi dengan pandangan yang berbeda-beda, pendapat yang berbeda-beda, kepercayaan yang berbeda-beda, bergantung untuk dukungan atas pandangan mereka yang berbeda-beda. Beberapa dari para pendeta dan pertapa memegang pandangan ini, doktrin ini: "Diri dan alam semesta adalah kekal. Hanya ini yang benar; apapun lainnya keliru."

Read more: Tittha Sutta (3) (Ud VI.6)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Tittha Sutta (2) (Ud VI.5)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu terdapat banyak pendeta, pertapa, dan pengelana dari beraneka aliran yang hidup di sekitar Savatthi dengan pandangan yang berbeda-beda, pendapat yang berbeda-beda, kepercayaan yang berbeda-beda, bergantung untuk dukungan atas pandangan mereka yang berbeda-beda. Beberapa dari para pendeta dan pertapa memegang pandangan ini, doktrin ini: "Diri dan alam semesta adalah kekal. Hanya ini yang benar; apapun lainnya keliru."

Read more: Tittha Sutta (2) (Ud VI.5)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Tittha Sutta (1) (Ud VI.4)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu terdapat banyak pendeta, pertapa, dan pengelana dari beraneka aliran yang hidup di sekitar Savatthi dengan pandangan yang berbeda-beda, pendapat yang berbeda-beda, kepercayaan yang berbeda-beda, bergantung untuk dukungan atas pandangan mereka yang berbeda-beda. Beberapa dari para pendeta dan pertapa memegang pandangan ini, doktrin ini: "Alam semesta adalah kekal. Hanya ini yang benar; apapun lainnya keliru."

Read more: Tittha Sutta (1) (Ud VI.4)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Ahu Sutta (Ud VI.3)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Sang Bhagava duduk merenungkan beraneka hal-hal yang buruk, tak-cakap yang telah ditinggalkan [oleh beliau] dan beraneka hal-hal cakap yang telah mencapai puncak dari perkembangannya.

Read more: Ahu Sutta (Ud VI.3)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Jatila Sutta (Ud VI.2)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Savatthi di Taman Timur, istana ibu Migara. Adapun pada ketika itu Sang Bhagava, setelah keluar dari penyepiannya di sore hari, tengah duduk di luar pintu gerbang. Kemudian Raja Pasenadi Kosala pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Kemudian tujuh pertapa berambut-gelung, tujuh pertapa Jaina, tujuh pertapa telanjang, tujuh pertapa berpakaian-tunggal, dan tujuh pengelana, kuku-kuku mereka tumbuh panjang, rambut mereka tumbuh panjang, berjalan lewat tidak jauh dari Sang Bhagava. Raja Pasenadi Kosala melihat tujuh pertapa berambut-gelung, tujuh pertapa Jaina, tujuh pertapa telanjang, tujuh pertapa berpakaian-tunggal, dan tujuh pengelana tersebut, kuku-kuku mereka tumbuh panjang, rambut mereka tumbuh panjang, berjalan lewat tidak jauh dari Sang Bhagava. Ketika melihat mereka, ia mengatur jubah atasnya menutup satu bahu, berlutut dengan lutut kanannya di atas tanah, menghormati para pertapa tersebut dengan tangan dirangkapkan di depan dada, dan mengumumkan namanya kepada mereka tiga kali: "Aku adalah sang raja, bhante, Pasenadi Kosala. Aku adalah sang raja, Bhante, Pasenadi Kosala. Aku adalah sang raja, Bhante, Pasenadi Kosala." Kemudian tak lama sesudah para pertapa tersebut telah lewat, ia kembali kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara ia tengah duduk di sana, ia berkata kepada Sang Bhagava, "Dari mereka yang di dunia ini adalah para arahat atau telah memasuki jalan menuju kearahatan, adakah di antara para pertapa tersebut?"

Read more: Jatila Sutta (Ud VI.2)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Panthaka Sutta (Ud V.10)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Y.M. Cula Panthaka tengah duduk tidak jauh dari Sang Bhagava, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, dengan keelingan teguh di hadapan. Sang Bhagava melihat Y.M. Cula Panthaka duduk tidak jauh, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, dengan keelingan teguh di hadapan.

Read more: Panthaka Sutta (Ud V.10)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Saddayamana Sutta (Ud V.9)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava sedang mengembara di antara orang-orang Kosala dengan sejumlah besar pasamuan para bhikkhu. Adapun pada ketika itu, sejumlah besar pemuda tengah membuat kegaduhan tidak jauh dari Sang Bhagava. Sang Bhagava melihat sejumlah besar pemuda membuat kegaduhan tidak jauh di sana.

Read more: Saddayamana Sutta (Ud V.9)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Revata Sutta (Ud V.7)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu Y.M. Revata si Peragu tengah duduk tidak jauh dari Sang Bhagava, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, merenungkan kemurnian-Nya lewat penanggulangan keragu-raguan. Sang Bhagava melihat Y.M. Revata si Peragu duduk tidak jauh, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak, merenungkan kemurnian-Nya lewat penanggulangan keragu-raguan.

Read more: Revata Sutta (Ud V.7)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Uposatha Sutta (2) (Ud V.5)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Savatthi di Taman Timur, istana ibu Migara. Adapun pada ketika itu, Sang Bhagava pada hari Uposatha, tengah duduk dikelilingi oleh pasamuan para bhikkhu. Kemudian Y.M. Ananda ketika malam telah sangat larut, pada akhir jaga pertama, bangkit dari duduknya, mengatur jubahnya menutupi satu bahu, berdiri menghadap Sang Bhagava dengan tangan dirangkapkan di depan dadanya, dan berkata kepada beliau: "Malam telah sangat larut, Bhante. Jaga pertama telah usai. Pasamuan para Bhikkhu telah duduk lama di sini. Sudilah Sang Bhagava melafalkan Patimokkha kepada pasamuan para Bhikkhu." Ketika ini dikatakan, Sang Bhagava tetap membungkam.

Read more: Uposatha Sutta (2) (Ud V.5)

Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Kumaraka Sutta (1) (Ud V.4)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu, sejumlah besar anak-anak di jalan antara Savatthi dan Hutan Jeta tengah menangkapi ikan. Kemudian di pagi hari Sang Bhagava, setelah mengenakan jubahnya dan membawa mangkuk serta jubah luarnya, pergi ke Savatthi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Beliau melihat sejumlah besar anak-anak di jalan antara Savatthi dan Hutan Jeta menangkapi ikan. Melihat mereka, beliau menghampirinya dan, ketika tiba, berkata kepada mereka: "Anak-anak, apakah engkau takut rasa sakit? Apakah engkau tidak suka rasa sakit?"

Read more: Kumaraka Sutta (1) (Ud V.4)

Category: Sutta Published: Saturday, 09 December 2017

Kutthi Sutta (Ud V.3)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Rajagaha di Hutan Bambu, Suaka Tupai. Adapun pada ketika itu di Rajagaha terdapat seorang penderita kusta bernama Suppabuddha, orang miskin, yang malang menyedihkan. Dan pada ketika itu Sang Bhagava tengah duduk dikelilingi oleh sekelompok besar orang, mengajarkan Dhamma. Suppabuddha si penderita kusta melihat sekelompok besar orang tersebut dari jauh dan berpikir, "Tak ragu lagi, seseorang pastilah tengah membagikan makanan pokok atau pelengkap di sana. Mengapa aku tidak pergi ke sekelompok besar orang tersebut, dan mungkin aku akan memperoleh beberapa makanan pokok atau pelengkap." Maka ia pergi ke sekelompok besar orang tersebut. Kemudian ia melihat Sang Bhagava duduk dikelilingi oleh sekelompok besar orang, mengajarkan Dhamma. Ketika melihat ini, ia menyadari, "Tidak ada orang membagikan makanan pokok atau pelengkap di sini. Itu adalah pertapa Gotama, duduk dikelilingi oleh sekelompok besar orang, mengajarkan Dhamma. Mengapa aku tidak mendengarkan Dhamma?" Maka ia duduk di satu sisi di sebelah sana, berpikir "Aku pun akan mendengarkan Dhamma."

Read more: Kutthi Sutta (Ud V.3)