Category: Kesaksian Buddhis Published: Friday, 13 October 2017

Lakukanlah Dengan Tulus
Dituturkan langsung oleh Trinita, Pekan Baru

 

Saya baru saja pindah ke Pekan Baru dan tinggal di komplek ini tepatnya tanggal 28 Februari yang lalu. Sore harinya, ada tetanggaku yang mampir dan menanyakan tentang kursus bahasa Inggris, biaya, kurikulum dan lainnya (karena aku memang membuka kursus bahasa Inggris di sini). Ia juga sempat bercerita tentang adiknya yang mendapat beasiswa sekolah di Jepang. Dari obrolan kami itu, aku tahu bahwa tetangga baruku itu adalah seorang ibu rumah tangga yang seperti ibu-ibu lainnya menginginkan anaknya rajin belajar dan menjadi orang sukses kelak. Ia mendisiplinkan anaknya untuk mengerjakan PR dan mengulangi pelajaran di sekolah setiap hari. Ia juga membawa pulang brosur, katanya untuk dibagikan kepada teman-teman yang ketemu saat sama-sama menemput anak di sekolah.

Read more: Lakukanlah Dengan Tulus

Category: Kesaksian Buddhis Published: Thursday, 12 October 2017

Kusala Kamma Yang Langsung Berbuah
Dituturkan langsung oleh Ibu Mettasari, Dokter

 

Tanggal 12 Mei 1998, jalan di depan rumah saya yang biasanya kenderaannya padat merayap / ramai dilalui berbagai macam kenderaan, tiba-tiba menjadi sepi karena ternyata tak satupun kenderaan diijinkan untuk melintas. Pada saat yang hampir bersamaan, telephone berdering dari berbagai penjuru, baik yang menanyakan keadaan kami, maupun yang menginformasikan situasu di sekitar rumah / kantornya. Saat itu saya merasa kalau sesuatu yang kurang menyenangkan bisa terjadi, maka saya segera mengajak suami membaca paritta kira-kira mulai pukul 18.00 dan ternyata... selama kami membaca paritta, banyak sekali suara yang menakutkan terdengar, mulai dari suara besi ditarik dan dirobohkan, suarau sorak sorai dan tepuk tangan sekelompok orang memecahkan keheningan malam yang semakin mencekam, sampai suara ledakan yang sangat keras seperti suasana perang di film-film (pertama kali dalam hidup merasakan suasaan seperti ini). Kami semakin khusuk membaca paritta yang terus kami lantunkan sampai kira-kira pukul 22.00 di mana tidak terdengar lagi suara sama sekali.

Read more: Kusala Kamma Yang Langsung Berbuah

Category: Kesaksian Buddhis Published: Tuesday, 10 October 2017

Getaran Cinta Kasih Yang Nyata
Dituturkan langsung oleh Meijiwati

 

“Meiji”, begitu biasanya saya disapa. Saya merupakan seorang umat Buddha yang selama ini bangga beragama Buddha karena ajaranNya begitu indah, nyata dan bermanfaat. Melalui halaman ini, saya ingin berbagi dengan anda semua tentang “Ehipassikko” yang telah saya buktikan sendiri. Walaupun kejadian ini tidak terjadi di Indonesia tetapi saya yakin dimana saja ajaran Sang Buddha akan membawa manfaat yang sama.

Read more: Getaran Cinta Kasih Yang Nyata

Category: Kesaksian Buddhis Published: Thursday, 12 October 2017

Kekuatan Metta Yang Mengalahkan Kebencian
Dituturkan langsung oleh Bapak Ratna Surya Widya, Dokter

 

Ketika berdinas di Rumah Sakit Jiwa di Magelang (sekitar tahun 1982) saya pernah terjebak dalam suatu situasi yang tidak enak, yaitu ditempatkan dalam suatu posisi di mana saya harus saling menyerang dengan seorang karyawan senior dari profesi lain. Tiada hari tanpa rumor dan gosip yang membakar emosi, dan saya tidak tahu bagaimana harus keluar dari situasi tersebut.

Read more: Kekuatan Metta Yang Mengalahkan Kebencian

Category: Kesaksian Buddhis Published: Tuesday, 10 October 2017

Fenomena Hubungan Karma
Dituturkan oleh Ir. Ariya Chandra

 

Banyak kejadian di dunia ini yang sepintas lalu dilihat sebagai kejadian yang kebetulan saja terjadi, namun bila beberapa kejadian yang sama terjadi berulang-ulang kita tidak dapat lagi mengatakan bahwa kejadian tersebut sebagai kejadian yang kebetulan belaka. Menurut Hukum Karma, tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan. Semua peristiwa dapat timbul karena ada sebab sebelumnya dan menimbulkan akibat sesudahnya. Namun banyak orang yang meragukan hal ini. Saya telah mengalami banyak kejadian tersebut, beberapa diantaranya akan saya kisahkan di bawah ini.

Read more: Fenomena Hubungan Karma

Category: Kesaksian Buddhis Published: Wednesday, 11 October 2017

Kekuatan Doa
Dituturkan langsung oleh Bro Wicaksana, Jakarta

 

Sejak kecil saya hidup dalam keluarga Buddhis yang tradisional, tetapi dari SD sampai dengan SMP kelas dua saya hidup sebagai seorang Kristen, waktu itu saya tidak pernah mengalami sesuatu hal yang penting, semuanya biasa-biasa saja.

Sewaktu menginjak kelas 3 SMP, saya dan keluarga saya pindah ke Jakarta. Di Jakarta saya masuk ke sekolah negeri, disini saya dikasih kebebasan untuk memilik ikut pelajaran agama apa saja dan sewaktu ditanya ingin masuk apa, saya langsung menjawab masuk agama Buddha. Padahal sebelumnya tidak terlintas dalam pikiranku untuk memilih agama Buddha, mungkin ini apa yang dikatakan sebagai jodoh dengan Buddha Dhamma.

Read more: Kekuatan Doa

Category: Kesaksian Buddhis Published: Tuesday, 10 October 2017

Cahaya Kasihnya Menuntun Hidup Saya
Dituturkan langsung oleh

 

Namo Kwan She Im Phu Sha.

Terpujilah Avalokitesvara Bodhisattva yang penuh dengan welas asih.

Beberapa waktu yang lalu, saya diminta oleh penerbit untuk menceritakan kembali suatu kejadian yang sebelumnya pernah saya sampaikan kepadanya, dimana kejadian ini banyak mempengaruhi perjalanan hidup saya. Karena dikatakan bahwa hal ini dapat membantu umat Buddha sehingga dapat meningkatkan keyakinan kepada Buddha Dharma, maka saya mencoba mengingat kembali sejelas-jelasnya dan menuturkannya kembali kejadian ini sebagaimana yang masih saya ingat.

Read more: Cahaya Kasihnya Menuntun Hidup Saya

Category: Kesaksian Buddhis Published: Wednesday, 11 October 2017

Kanker Itu Lenyap
Dituturkan langsung oleh Erlina Kang, Bali

 

Bagi kalangan umat Buddha di Bali, nama Ibu Erlina Kang Adiguna tentunya tidak asing lagi. Di samping aktif melakukan berbagai kegiatan di Vihara Buddha Sakyamuni, beliau juga sibuk mengelola usaha garmennya, "Mama & Leon". Kesuksesan beliau dalam dunia usaha bukan muncul begitu saja, tapi berkat usahanya yang gigih dan pantang menyerah. Ibu Erlina dilahirkan dalam sebuah keluarga yang cukup mampu di Baturiti, Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Sekarang beliau hidup bahagia bersama suami dan kelima anak, tiga putera dan tiga puterinya. Beliau pernah menderita sakit kanker yang sudah cukup parah dan harus dioperasi, tetapi dengan keyakinannya yang amat besar terhadap Sang Tri Ratna dan tekadnya yang kuat untuk menjadi abdi siswa Sang Bhagava, serta melaksanakan Ajaran Sang Buddha dengan sungguh-sungguh beliau dinyatakan sembuh tanpa melalui operasi. Inilah kisah sejati beliau yang berjuang dengan gigih untuk mengatasi sakit kanker yang dideritanya.

Read more: Kanker Itu Lenyap

Category: Kesaksian Buddhis Published: Tuesday, 10 October 2017

Bisikan Di Tengah Malam
Dituturkan langsung oleh Rofin, Parapat

 

Untuk mengisi liburan panjang bersamaan dengan PEMILU ke 2, saya bersama beberapa teman berwisata ke Parapat mengingat ada penawaran khusus untuk harga kamar hotel N yang hanya Rp.50.000,- per orang.

Kami berangkat dari Medan bertiga, dan sepanjang perjalanan tidak terjadi hal-hal yang aneh. Melewati Siantar, seorang teman kami bergabung sehingga membuat kita menjadi empat orang dalam satu mobil. Setelah perjalanan yang cukup lelah, akhirnya kami tiba di Parapat dan langsung check-in di hotel N sekitar pukul 18.00 WIB lebih dengan menunjukkan voucher yang telah kami beli di Medan.

Read more: Bisikan Di Tengah Malam

Category: Kesaksian Buddhis Published: Wednesday, 11 October 2017

Kakek & Nenek Itu Berterima Kasih
Dituturkan langsung oleh Jennifer Lie

 

Jenniffer Lie, itulah nama yang tercantum dalam Kartu Tanda Pendudukku. Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman saya yang mana kejadian ini mempunyai hubungan yang kuat dengan kebiasanku, yaitu memberikan persembahan / dana makanan kepada anggota Sangha, karena sejak YM. Bhikkhu Sudhammacaro berdiam di Vihara Mahasampatti saya selalu memberikan persembahan makanan.

Read more: Kakek & Nenek Itu Berterima Kasih

Category: Kesaksian Buddhis Published: Tuesday, 10 October 2017

Bertemu Makhluk-Makhluk Itu
Dituturkan langsung oleh seorang Upasaka, Jakarta

 

Tiga minggu setelah kerusuhan besar melanda Jakarta, tepatnya pada Jumat pagi, sekitar pukul 2.00 WIB. Saya terjaga dari tidur. Saya ingin menggerakan badan saya tetapi tidak dapat. Saya masih dapat berpikir jernih. Mendadak muncul suara halus ditelinga saya yang dibarengi dengan semilir angin yang aneh. Suara itu adalah suara wanita. Mereka berteriak kesakitan dan minta tolong. Suara mereka sungguh menyedihkan sekali. Kemudian saya mencoba menenangkan diri saya, dan dalam batin saya muncul gambaran mereka. Mereka berpakaian putih yang berlumuran darah dan sobek sana-sini. Terlihat jelas bekas luka di tubuh mereka dalam pandangan saya. Muka mereka sangat menderita sekali.

Read more: Bertemu Makhluk-Makhluk Itu