Category: Kesaksian Buddhis Published: Wednesday, 11 October 2017

Kekuatan Doa
Dituturkan langsung oleh Bro Wicaksana, Jakarta

 

Sejak kecil saya hidup dalam keluarga Buddhis yang tradisional, tetapi dari SD sampai dengan SMP kelas dua saya hidup sebagai seorang Kristen, waktu itu saya tidak pernah mengalami sesuatu hal yang penting, semuanya biasa-biasa saja.

Sewaktu menginjak kelas 3 SMP, saya dan keluarga saya pindah ke Jakarta. Di Jakarta saya masuk ke sekolah negeri, disini saya dikasih kebebasan untuk memilik ikut pelajaran agama apa saja dan sewaktu ditanya ingin masuk apa, saya langsung menjawab masuk agama Buddha. Padahal sebelumnya tidak terlintas dalam pikiranku untuk memilih agama Buddha, mungkin ini apa yang dikatakan sebagai jodoh dengan Buddha Dhamma.

Disekolah negeri ini saya diajari oleh seorang guru agama Buddha yang akrab kami pangil Bapak Setia Dharma. Disini saya mendapatkan begitu banyak ilmu tentang Buddha Dhamma yang memberikan inspirasi dalam hidup saya. Jasa Bapak Setia Dharma sungguh mulia, dan saya hingga kini tidak dapat melupakannya. Sejak itu saya selalu berdoa dan melakukan meditasi Buddhis.

Dikelas SMA Tiga, secara tidak terduga Bapak saya meninggal dunia dengan keadaan yang sangat mumet. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dengan seketika semua harta kepunyaan papaku diambil oleh saudara saya, ini disebabkan semua hak milik papa saya dibuat atas nama saudara saya karena papa saya masih berstatus WNA sedangkan saudara saya sudah WNI.

Saya berharap mereka meninggalkan satu benda peninggalan papa saya. Saya juga selalu mengatakan keinginan saya ini sewaktu berdoa kepada para Buddha dan Bodhisatva.

Sewaktu di notaris, saudaraku itu dipaksa untuk menanda-tangani surat jual beli ke koko ku. Menurut teman papaku, dia bermimpi ada seseorang sepertinya seorang dewa yang menyuruh dia melakukan itu. Rupanya mimpi yang mujijat itu tidak hanya terjadi pada satu orang teman papaku, melainkan 3 orang, bahkan pada malam yang sama. Hingga sekarang saya masih menganggap kejadian itu mujijat yang diberikan olehNya.

Demikianlah kita umat Buddha harus percaya pada hukum Karma, yang melakukan kejahatan akan menerima karma buruk dan bagi mereka yang baik akhirnya akan menikmati buah yang manis pula.

 

 

Hits: 32