Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 22 January 2018

Kisah Tissa Thera

 

"Gabbhameke upapajjanti, nirayam papakammino Saggam sugatino yanti, parinibbanti anasava."
Sebagian orang terlahir melalui kandungan; pelaku kejahatan terlahir di alam neraka; orang yang berkelakuan baik pergi ke surga; dan orang yang bebas dari kekotoran batin mencapai nibbana.
(Dhammapada 126)

 

Ada seorang penggosok permata dan isterinya tinggal di Savatthi. Di sana juga berdiam seorang Thera yang telah mencapai tingkat kesucian Arahat. Setiap hari pasangan ini memberi dana makanan kepada Thera itu.

Suatu hari ketika penggosok permata itu sedang memotong daging, utusan Raja Pasenadi dari Kosala tiba dengan membawa sebutir ruby, yang meminta untuk dipotong, dan diasah lalu dikembalikan. Si penggosok permata tersebut mengambil ruby dengan tangannya yang telah terkena darah, dan meletakkannya di atas meja serta pergi ke dalam rumah untuk mencuci tangannya.

Read more: Kisah Tissa Thera

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 20 December 2017

Y.M. Bhiksuni Chen Yen Mahasthavira
Pendiri Perkumpulan Tzu Chi, Penggerak Kegiatan Kemanusiaan

 

Semangat utamanya ketika memutuskan menjadi Bhiksuni adalah bertekad membawa semangat Bodhisattva Avalokitesvara untuk menolong umat manusia dari penderitaan dengan prinsip "Satu tangan bekerja sebanyak seribu tangan, satu mata melihat sebanyak seribu mata."

Sungguh amat mulia langkah yang dia tempuh. Sikap mulia itu ternyata sangat dipengaruhi oleh gurunya, Maha Bhiksu Yin Shun (Maha Bhiksu Yin Shun merupakan seorang Bhiksu yang berwibawa, sangat terpelajar, rendah hati dan figur yagn sangat pantas dijadikan teladan). Saat itu dalam kesempatan yang amat langka, ia bertemu dan berhasil diterima sebagai murid. Oleh gurunya, ia dipesan untuk mau berbuat demi kebahagiaan umat manusia dan umat Buddha.

Read more: Y.M. Bhiksuni Chen Yen Mahasthavira

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 20 December 2017

Y.M. Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira
Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia

 

Pada masa kanak-kanaknya puluhan tahun yang silam, beliau tidak pernah membayangkan jika suatu saat nanti menjadi seorang pemimpin agama Buddha sebagai Ketua Sangha Mahayana Indonesia. Keinginannya pada waktu itu hanya bermaksud menyebarluaskan dan mengajarkan bagaimana Agama Buddha diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Y.M Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira yang telah 20 tahun lebih mengabdi untuk agama Buddha, dilahirkan di sungai Liat Bangka, pada tanggal 20 Pebruaru 1945. Dalam keluarganya ia merupakan anak ke 4 dari 10 bersaudara.

Read more: Y.M. Bhiksu Dhaarmasagaro Mahasthavira

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 18 December 2017

Y.M. Bhikkhu Sri Pannavaro Dayaka Mahathera
Sesepuh Sangha Theravada Indonesia

 

Beliau merupakan tokoh yang terkemuka dalam linkungan Buddhis. Disamping memegang Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, beberapa jabatan masih berada dipundaknya. Antara lain: Ketua Vihara Mendut, Magelang dan anggota eksekutif World Buddhist Sangha Council. Bahkan masih punya waktu untuk aktif sebagai pembicara, baik di lingkungan Buddhis maupun non Buddhis.

Read more: Y.M. Bhikkhu Sri Pannavaro Dayaka Mahathera

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 18 December 2017

Y.M. Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nakaya Mahathera
Bapak Agama Buddha Di Malaysia & Singapore

 

Yang Mulia Bhikkhu K. Sri Dhammananda merupakan Bhikkhu yang mempunyai reputasi international. Beliau adalah pendiri dan penasehat spiritual Buddhist Missionaries Society yang bertempat di Buddhist Vihara Brikfields – Kuala Lumpur, Pamaradhamma Buddhist Institut di Srilanka dan Singapore Buddhist Mission di Singapore. Beliau mendapat kehormatan dengan dianugerahinya gelar kehormatan “Dharmakirthi Sri Saddhamma Visarada” oleh Siam Maha Nikaya Srilanka, gelar kehormatan “Pariyati Visara” oleh Kotte Maha Sangha Sabha Srilanka, gelar kehormatan “Saddhamma Vibhusana” oleh Vidyalankara Pirivena Srilanka, gelar kehormatan “Sastriya” oleh Benares Hindu University India, gelar kehormatan "“ripitaka Vagiswara Charya, Mahopadhaya” oleh Rohana Sangha Sabha Srilanka dan gelar kehormatan “Visuadharma Visarada Sasadhaja” oleh Ramanna Maha Nikaya Srilanka. Beliau juga dikenal sebagai penulis buku-buku Dharma yang bermutu, seperti What Buddhists Believe, How to live without fear4 and worry, Do you believe in Rebirth, Great Personalities o Buddhism, Why Buddhism, Is it wrong to be ambitious, You are responsible, How to overcome your difficulties, Great virtue of Buddha, Budhism in the eyes of intellectuals, Whither mankind, A happy married life, handbook of Buddhists, Meditation the only way, Treasure of the Dhamma, Human Life and Problems dan buku baru berjudul Food of Thinking Mind. Total buku yang sudah ditulisnya adalah lebih dari 50 buku., Beberapa bukunya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Taiwan, India, Spanyol, Srilanka, Kamboja, Korea, Afrika Selatan dan Amerika. Beliau juga menerbitkan maalah “Voice of Buddhism” dan sangat aktif dalam penyebaran agama Buddha di Malaysia dan beberapa negara bagian didunia. Dilahirkan dari keluarga yang memiliki tradisi agama Buddha pada tanggal 18 Maret 1919 di desa Kirinde, selatan Srilanka. Sebagai anak tertua dari enak bersaudara, beliau sejak berusia tujuh tahun sudah aktif di berbagai kegiatan keagamaan. Beliau memiliki paman yang juga pemimpin bhikkhu dari sebuah vihara di Kirinde. Saat itu keinginan untuk menjadi bhikkhu mulai memasuki hati sanubarinya.

Read more: Y.M. Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nakaya Mahathera

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 18 December 2017

Y.M. Bhikkhu Girirakkhito Mahathera
Kontroversial Sang Pembabar Dharma Yang Pandai

 

5 Januari 1997 merupakan tanggal yang tidak akan dilupakan umat Buddha. Dihari Minggu itu, Bhikkhu Girirakhito Mahathera, Ketua umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia meninggal dunia. Bhikku Giri, yang sempat menjabat sebagai wakil Presiden Dewan Sangha Buddhis Sedunia (World Buddhist Sangha Council WBSC, periode 1985-1989) meninggal dengan tenang dikamarnya yang sekaligus berfungsi sebagai ruang kerja ketika ditunggui Hendra, dayangnya.

Read more: Y.M. Bhikkhu Girirakkhito Mahathera

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Friday, 15 December 2017

Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita
Pelopor Kebangkitan Agama Buddha Di Indonesia

 

Bhante Ashin, demikian panggilan umat Buddha yang ditujukan kepada Yang Mulia Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita. Beliau dilahirkan di Bogor pada tanggal 23 Januari 1923. Beliau menyelesaikan sekolah dasarnya di Kota Kembang - Bogor, lalu melanjutkan sekolah menengahnya di PHS Jakarta, kemudian HBS B di Jakarta. Beliau melanjutkan pendidikan tingginya di THS Bandung (sekarang ITB) pada jurusan Ilmu Pasti Alam. Beliau tidak sempat menamatkan pendidikannya di THS karena perkuliahan dihentikan ketika Jepang masuk ke Indonesia. Pada awal tahun 1946, beliau meneruskan pendidikannya di Belanda sebagai pelajar pekerja. Di Belanda beliau kuliah di Fakulteit Wis en Naturkunde pada Universiteit Gronigen. Beliau mendalami Ilmu Kimia yang memang menjadi pelajaran favoritnya.

Read more: Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Friday, 15 December 2017

Yang Ariya Sona Theri

 

Sona adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai sepuluh orang anak. Beliau merawat, mengasuh, membesarkan, mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Seluruh hidupnya dicurahkan hanya untuk anak-anaknya, oleh karena itu ia dikenal sebagai Sona “Si Banyak Anak”

Suami Sona adalah pengikut Sang Buddha, ia belajar banyak mengenai kehidupan. Setelah beberapa tahun menjadi kepala rumah tangga, suami Sona memutuskan untuk terbebas dari belenggu kehidupan dengan caara menjalani kehidupan suci. Dengan persetujuan Sona sebagai isterinya, suami Sona meninggalkan keluarganya, menjalani kehidupan suci dan ditahbiskan (Upasampada) sebagai Bhikkhu. Sona menjadi orangtua tunggal yang menghidupi dan merawat kesepuluh anak-anaknya itu dengan susah payah.

Read more: Yang Ariya Sona Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Thursday, 14 December 2017

Yang Ariya Patacara Theri

 

Patacara puteri seorang saudaragar kaya dari Savatthi. Ia sangat cantik. Orangtua Patacara sangat menyayangi dan menjaganya dengan ketat. Oleh karena itu ketika Patacara menginjak umur 16 tahun, ia selalu dikelilingi oleh beberapa penjaga, untuk melindungi dari gangguan para pemuda. Karena selalu dijaga oleh para penjaga dan dikelilingi oleh para pelayan dirumahnya, Patacara terlibat hubungan asmara dengan salah seorang pelayan dirumahnya. Hubungan tersebut berlangsung tanpa diketahui oleh orangtua Patacara.

Read more: Yang Ariya Patacara Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 13 December 2017

Yang Ariya Maha Pajapati Gotami Theri
Salah Satu Pembentuk Sangha Wanita

 

Maha Pajapati Gotami yang terkenal sebagai salah satu pembentuk Sangha Bhikkhuni, berasal dari suku Koliya. Pada waktu Maha Pajapati Gotami dilahirkan, seorang peramal meramalkan bahwa jika besar nanti ia akan menjadi pemimpin dari suatu perkumpulan yang mempunyai banyak pengikut. Oleh karena itu ia diberi nama “Pajapati”, yang berarti pemimpin suatu perkumpulan besar, sedangkan “Maha” merupakan suatu awalan yang berarti luar biasa.

Read more: Yang Ariya Maha Pajapati Gotami Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 13 December 2017

Yang Ariya Kisa Gotami Theri

 

Kisa Gotami adalah seorang gadis dari sebuah keluarga miskin di kota Savatthi. Nama sebenarnya adalah “Gotami”. Tetapi karena tubuhnya yang kurus maka dia dipanggil “Kisa”. Setiap orang yang melihat Kisa Gotami berjalan dengan badannya yang tinggi dan kurus, tanpa seorangpun dapat melihat kebaikan yang ada didalam dirinya.

Kisa Gotami sulit mendapatkan suami karena miskin dan tidak memiliki daya tarik. Namun secara tak terduga kebaikan Kisa Gotami terlihat oleh seorang pedang kaya yang menganggap bahwa kebaikan tidak dapat dilihat dari penampian luar saja. Pedagang kayu itu kemudian menikahi Kisa Gotami.

Read more: Yang Ariya Kisa Gotami Theri