Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 12 December 2017

Yang Ariya Khema Theri

 

Khema berasal dari keluarga yang berkuasa di Desa Sagala, Magadha. Ia sangat cantik, kulitnya berwarna kuning kemasan. Kecantikan Khema tersebut membuat Raja Bimbisara meminang Khema dan menjadikannya sebagai permaisuri.

Ratu Khema, amat memuji kecantikan wajahnya. Namun ia pernah mendengar bahwa Sang Buddha mengatakan bahwa kecantikan bukan hal yang utama, dan karena itu Ratu Khema menghindar untuk berjumpa dengan Sang Buddha. Raja Bimbisara mengerti sikap Ratu Khema terhadap Sang Buddha, ia juga mengetahui betapa isterinya ama mengakui kecantikan wajahnya, lalu meminta pengarang lagu untuk menciptakan sebuah lagu yang isinya memuji keindahan hutan Veluvana. Lagu itu kemudian dinyanyikan oleh para penyanyi terkenal.

Read more: Yang Ariya Khema Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 12 December 2017

Yang Ariya Bhadda Kapilani Theri

 

Bhadda Kapilani dilahirkan di dalam keluarga yang makmur dari suku Kosinya. Bhadda tumbuh menjadi dewasa di Sagala, ibukota dari Kerajaan Madda. Pada suatu hari ketika Bhadda masih kecil, ia melihat seekor burung gagak memakan serangga dan serangga tersebut kelihatan sangat menderita bergeliat geliut diantara benih wijen kering. Kejadian tersebut sangat menakutkan Bhadda. Tetapi yang lebih menakutkan lagi ketika beberapa anak yang lebih tua mengatakan bahwa kematian serangga tersebut merupakan kesalahan Bhadda. Walaupun kejadian tersebut terlihat seperti biasa, tetapi tidak menurut Bhadda. Semenjak kejadian itu, Bhadda mengambil keputusan untuk melepaskan kehidupan duniawi.

Read more: Yang Ariya Bhadda Kapilani Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 12 December 2017

Yang Ariya Ambapali Theri

 

Pada suatu pagi, seorang tukang kebun dari Kerajaan Licchavi di Vesali, menemukan seorang bayi perempuan terbaring di bawah pohon mangga dan memberikannya nama Ambapali, yang berasal dari kaa amba (mangga) dan pali (garis atau batang).

Kemudian Ambapali tumbuh dan berkembang menjadi seorang gadis yang cantik dan anggun. Banyak Pangeran dari Licchavi ingin menikahinya. Mereka saling bertengkar ingin menjadikan Ambapali sebagai isteri. Untuk menyelesaikan pertengkaran tersebut mereka berdiskusi dan sepakat memutuskan biarlah Ambapali menjadi milik semua orang.”

Read more: Yang Ariya Ambapali Theri

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 11 December 2017

Yang Ariya Upali
Yang Terkemuka Dalam Menjaga Sila

 

Enam bangsawan muda Sakya yaitu Ananda, Anuruddha, Bhaddiya, Bhagu, Devadatta, dan Kimbila memutuskan bersama untuk menjadi siswa Sang Buddha. Ketika mereka meninggalkan Kapilavatthu, ibu kota kerajaan Sakya, mereka diiringi oleh rombongan besar kereta, gajah dan sejumlah pelayan untuk melayani mereka dalam perjalanan. Di perbatasan antara kerajaan Sakya dan kerajaan Magadha, mereka mengirim seluruh kereta kembali ke Kapilavatthu, dan yang tinggal bersama mereka hanyalah Upali, tukang cukur mereka.

Read more: Yang Ariya Upali

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 11 December 2017

Yang Ariya Uggasena
Mencapai Pencerahan Sebagai Seniman Akrobat

 

Apakah bisa seorang seniman akrobat yagn kerap kali memukai penonton oleh aksi-aksinya yang membahayakan dan juga mendapatkan tepuk tangan penonton dapat memperoleh pencerahan? Tentu saja bisa, karena pada kakekatnya seorang yagn telah mencapai pencerahan batin adalah seorang yang telah bebas dari ikatan keakuan, kemelekatan terhadap ego, seperti ikatan polularitas tepuk tangan penonton yang menjadikan dirinya pusat perhatian penonton, maupun rasa takut, termasuk rasa takut akan keselamatan dirinya ketika melakukan akrobatik.

Read more: Yang Ariya Uggasena

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Saturday, 09 December 2017

Yang Ariya Sona
Bhikkhu Seniman Yang Tercerahkan Dalam Jalan Tengah

 

Kisah tentang jalan tengah yang membuat petapa Siddharta mencapai cita-citanya menjadi Buddha telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Buddha dan menjadi karakterisitk Buddhadharma. Namun, apa dan bagaimana, serta persisnya jalan tengah itu adalah terletak pada orang atau individu itu sendiri di dalam menghindari kutub-kutub ekstrimnya sesuai dengan kondisi dan keadaannya.

Read more: Yang Ariya Sona

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Saturday, 09 December 2017

Yang Ariya Sariputta
Yang Terkemuka Dalam Kebijaksanaan

 

Pada suatu pagi Sariputta melihat Y.A. Assaji, salah seorang bhikkhu siswa pertama Sang Buddha, sedang menerima dana makanan di Rajagaha. Ia sangat terkesan melihat penampilan Y.A. Assaji yang damai dan agung. Ia berpikir bahwa pastilah bhikkhu itu telah mencapai arahat. Ketika Y.A. Assaji selesai makan, ia mendekati dan memberi salam untuk kemudian bertanya siapakah gurunya itu. Y.A. Assaji memberi taukan bawha gurunya adalah Sang Buddha Gotama dan bahwa beliau tidak dapat menerangkan ajaran tersebut secara panjang lebar karena belum lama menjadi bhikkhu tetapi dalam menjelaskan artinya secara singkat. Kemudian beliau mengucapkan syair berikut :

Read more: Yang Ariya Sariputta

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Thursday, 07 December 2017

Yang Ariya Rahula
Yang Terkemuka Dalam Melaksanakan Kebaikan

 

Pada hari ketujuh setelah Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu, Puteri Yasodhara mendandani Pangeran Rahula dengan pakaian yang bagus dan mengajaknya kejendela. Dari jendela itu mereka dapat melihat Sang Buddha sedang makan siang. Puteri Yasodara kemudian bertanya kepada Rahula, "Anakku, tahukah engkau siapa orang itu?" Rahulu menajwab, "Beliau adalah Sang Buddha, ibu". Yasodhara tak dapat menahan air matanya yang menitik keluar dan berkata, "Anakku, petapa yang kulitnya kuning keemasan dan tampak seperti Brahma dikelilingi oleh ribuan muridnya adalah ayahmu. Beliau punya banyak harta pusaka. Pergilah kepadanya dan mintalah harta pusaka untukmu". Pangeran Rahula yang masih kecil itu kemudian pergi mendekati Sang Buddha dan sambil memegang jari tangan Sang Buddha mengatakan apa yang dipesankan ibunya. Kemudian ia menambahkan "Ayah, bahkan bayangan ayah membuat hatiku senang".

Read more: Yang Ariya Rahula

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 05 December 2017

Yang Ariya Moggallana
Yang Terkemuka Dalam Kekuatan Gaib

 

Setelah memperoleh kekuatan gaib setelah berlatih dengen tekun di bawah bimbingan Sang Buddha, Y.A. Moggallana menggunakan kekuatannya itu untuk mencari di mana ibunya terlahir kembali dan mencoba untuk membalas budi kepada ibu yang mengasuhnya hingga dewasa. Setelah menyelidiki, ditemukanlah bahwa ibunya terlahir kembali di alam neraka dan amat menderita. Melihat hal itu. Y.A. Moggallana segera menggunakan kekuatan gaibnya mengirimkan makanan kepada ibunya. Tetapi pada saat ibunya mencoba memasukkan makanan ke mulutnya, makanan itu terbakar menjadi nyala api dan menyebabkan penderitaan yang lebih hebat dari sebelumnya.

Read more: Yang Ariya Moggallana

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 05 December 2017

Yang Ariya Maha Kassapa
Yang Terkemuka Dalam Pelaksanaan Latihan Keras

 

Setelah Sang Buddha mencapai Parinibbana, maka badan jasmani beliau disiapkan untuk diperabukan. Epat orang dari suku Malla, setelah membersihkan dirinya dan mengenakan baju baru akan menyalakan api untuk perabuan jenazah Sang Buddha. Berkali-kali mereka mencoba tapi tidak berhasil sehingga mereka memberitahukan bahwa hal itu tidak berhasil karena para dewa mempunyai maksud lain yaitu hendaknya api jangan dinyalakan terlebih dahulu sebelum Y.A. Maha Kassapa yang sedang dalam perjalanan menuju tempat itu memberi hormat di kaki Sang Buddha.

Read more: Yang Ariya Maha Kassapa

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 04 December 2017

Yang Ariya Culapanthaka
Siswa Bodoh Yang Memahami Kekotoran Batin

 

Amatlah beruntung bila dalam suatu masa kehidupan dapat memiliki guru seperti Hyang Buddha. Guru para dewa dan manusia ini memang sungguh-sungguh seorang guru sejati yang dapat menghantar keberhasilan siswa-siswaNya, apa pun latar belakang, kemampuan, sifat, waktu, tabiat siswa yang bersangkutan.

Beragam ribu murid dengan beragam ribu latar belakangnya: kaya-iskin, macam-macam status, raja maupun petani, pedagang, pekerja, pintar maupun bodoh dihadapi Hyang Buddha dengan sepenuh hati, penuh ketulusan dan selalu berupaya demi semata keberhasilan sang murid.

Read more: Yang Ariya Culapanthaka