Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 04 December 2017

Yang Ariya Channa
Berjuang Mencapai Pembebasan Setelah Mengalahkan Keangkuhannya

 

Memperoleh sesuatu, seperti keinginan yang tercapai, kesuksesan atau memperoleh status yang baru kadangkala menjadikan seseorang itu lupa. Orang menjadi angkhu, congkak, dan sombong. Seorang yang semula pembantu, bisa menjadi lebih berkuasa, sombong setelah menjadi tuan atau merasa dekat dengan tuannya.

Psikologis seorang abdikrat yang kemudian menjadi otokrat sering dialami oleh banyak manusia terhadap status barunya. Demikianlah yang dialami oleh Channa, kusir Paneran Siddharta yang kemudian menjadi Bhiksu, masuk dalam status sosial baru dalam kalangan para Ariya dan bahkan merasa dekat dengan Sang Buddha.

Read more: Yang Ariya Channa

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 29 November 2017

Yang Ariya Anuruddha
Yang Terkemuka Dalam Mata Dewa

 

Sesaat sebelum mencapai Parinibbana, Sang Buddha menyampaikan kata-kata terakhir Beliau, "O Bhikkhu dengarkanlah baik-baik nasihatku: Segala sesuatu yang terdiri atas paduan unsur-unsur akan hancur kembali. Karena itu berjuanglah dengan sungguh-sungguh". Setelah itu Sang Buddha memasuki Jhana kesatu, lalu Jhana kedua, ketiga, keempat. Kemudian memasuki 'Kesadaran Terbatas', keadaan 'Kosong', keadaan 'Bukan Pencerapan pun Bukan Pencerapan' kemudian mencapai 'Penghentian Pencerapan dan Perasaan'.

Read more: Yang Ariya Anuruddha

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 28 November 2017

Culla Subhada

 

Berawal dari Anathapindika masih remaja, ia mempunyai sahabat akrab dari anak seorang Bendahara bernama Ugga, yang tinggal di kota Ugga. Mereka belajar bersama, mereka membuat perjanjian “Bila kita sudah dewasa, lalu menikah dan mempunyai anak yang perempuan akan dijadikan isteri dari anak laki-laki.” Ketika kedua remaja ini menjadi dewasa, mereka menjadi bendahara, yang tinggal di kota masing-masing.

Read more: Culla Subhada

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 27 November 2017

Yang Ariya Ananda
Pembantu Tetap Sang Buddha & Bendahara Dhamma

 

Pada suatu ketika dalam suatu pertemuan para bhikkhu di Rajagaha, Sang Buddha yang saat itu baru berusia lima puluh lima tahun menyinggung tentang perlunya ditunjuk seorang pembantu tetap untuk diriNya. Semua siswa utama seperti Y.A. Sariputta dan Y.A. Moggallana menawarkan diri untuk menjadi Pembantu tetap namun semuanya ditolak oleh Sang Buddha. Para Bhikkhu kemudian menganjurkan Ananda yang selama itu berdiam diri saja untuk memohon kepada Sang Buddha untuk dapat diterima sebagai pembantu tetap. Ananda mengatakan, "Kalau Sang Bhagava memang memerlukan Ananda sebagai Pembantu Tetap, Sang Bhagava boleh mangatakannya. Kemudian Sang Buddha berkata, "Ananda, jangan membiarkan orang lain menganjurkan engkau untuk memohon pekerjaan tersebut. Atas kemauan sendiri engkau dapat menjadi Pembantu Tetap Sang Buddha".

Read more: Yang Ariya Ananda

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Saturday, 25 November 2017

Visakha
Wanita Penyokong Terbesar Sang Buddha

 

Visakha adalah putri yang berbakti dan murah hati dari seorang jutawan. Ketika ia baru berumur 7 tahun, Sang Buddha mengunjungi tempat kelahirannya. Kakeknya, ketika mendengar adanya kunjungan Sang Buddha tersebut, menyuruh Visakha untuk keluar dan menyambut Sang Buddha. Meskipun ia masih amat muda, tetapi ia taat pada agama dan moral-etik. Dengan demikian, segera setelah mendengar uraian Dhamma dari Sang Buddha, ia mencapai tingkat Kesucian pertama.

Read more: Visakha

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Thursday, 23 November 2017

Upali
Sikap Sang Buddha Terhadap Guru-guru Agama Lain

 

Upali, seorang jutawan, adalah salah seorang murid terbaik dari guru agama lain yang bernama Nigantha Nathaputta, yang ajarannya berbeda dengan ajaran Sang buddha. Karena sangat mahir dalam hal berdebat, Upali di minta oleh guru agamanya untuk mendekati Sang Buddha dan mengalahkan Beliau dengen pokok-pokok tertentu tentang Hukum sebab-Akibat (Kamma-vipaka). Setelah melewati diskusi yang panjang, Sang Buddha mampu meyakinkan Upali bahwa pandangan-pandangan dari guru agamanya adalah keliru.

Read more: Upali

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Wednesday, 22 November 2017

Sujata
Dan Khotbah Tentang 7 Tipe Istri

 

Sujata berasal dari keluarga kaya, dan menikah dengan putra Anathapindika. Dia bersikap sombong, tidak mau menghormati orang lain dan tidak mau mendengar instruksi-instruksi dari suaminya dan orangtuanya. Konsekuensinya, pertentangan terjadi di keluarga itu tiap hari. Suatu ketika Sang Buddha mengunjungi rumah Anathanpindika. Beliau mendengar keributan yang tidak biasanya terjadi di dalam rumah itu, dan menanyakan apa yang terjadi. Anathapindika menjawab, "Yang Mulia, itu adalah Sujata, menantu saya. Dia tidak mau mendengar kepada mertua perempuannya, mertua laki-lakinya dan suaminya. Dia bahkan tidak menghormati dan menemui Sang Bhagava."

Read more: Sujata

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 20 November 2017

Subhadda
Penabhisan Terakhir Semasa Sang Budha Masih Hidup

 

Terdapatlah seorang pertapa pengelana bernama Subhadda yang tinggal di dekat Kusinara saat itu dan ketika ia mendengar bahwa Sang Buddha akan meninggal dunia, ia memutuskan untuk pergi dan menemui Beliau, ingin bertanya tentang suatu hal tertentu sebelum Beliau mangkat. Ia yakin bahwa Sang Buddha akan menjawab pertanyaannya dan menjernihkan keragu-raguannya.

Read more: Subhadda

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Saturday, 04 November 2017

Sopaka
Si Anak Buangan Yang Mencapai Arahat

 

Nasib manusia itu tidak bisa diiyakan, dinilai atau tergantung karena pandangan dan anggapan orang saja. Seringkali anggapan banyak orang dan masyarakat itu keliru di dalam menilai keberadaan seseorang sebagaimana sukarnya banyak orang yang mampu mengakui bahwa anggapan tentang dirinya yang selalu benar tidaklah sepenuhnya demikian, begitu pula sama halnya dengan sukarnya menghapus anggapan di dalam memandang orang lain yang merasa selalu benar.

Read more: Sopaka

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Monday, 23 October 2017

Uppala
Bhikkhuni Yang Mengandung

 

Salah satu peristiwa yang terjadi di Savatthi adalah penabhisan seorang wanita bernama Uppala. Konsekuensi dari penabhisannya sangat terkenal, sehingga saya akan menceritakan hal ini kepada anda. Ia adalah wanita muda yang pada dasarnya sangat saleh, dan saat masih kecil ia bertanya kepada orang tuanya bagaimana bila ia menjadi seorang bhikkhuni pada umur tujuh belas tahun, dan mereka berkata: “Tidak, Kita berasal dari keluarga yang berkecukupan, kamu harus menikah dan mempunyai anak, dan seterusnya dan seterusnya.

Read more: Uppala

Category: Mengenal Siswa Sang Buddha Published: Tuesday, 17 October 2017

Maha Pajapati Gotami
Pembentuk Sangha Wanita

 

Pada tahun kelima Kebuddhaannya, ketika Sang Buddha tinggal di Vesali, Beliau mendengar bahwa ayahnya, raja Suddhodana, jatuh sakit. Beliau memutuskan untuk mengunjungi ayahnya di Kapilavathu untuk mengajarkan Dhamma kepadanya. Setelah mendengarkan uraian Dhamma dari Sang Buddha tersebut, sang Raja langsung mencapai tingkat kesucian Arahat, dan meninggal dengan damai selang tujuh hari sesudahnya. Adalah dalam tahun ini Sangha Bhikkhuni didirikan atas permohonan Maha Pajapati Gotami, bibi sekaligus ibu angkat Sang Buddha.

Read more: Maha Pajapati Gotami